Ditulis oleh: Muhamad Akbar Wijaya | Disunting oleh: Indri Megantara P. (J.381.38.APA)
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kabupaten Pandeglang namun tidak menyambangi eksotisnya pesisir pantai Pandeglang. Garis Pantai Pandeglang terbentang sejauh 300 km dari Pantai Matahari yang berbatasan dengan Kabupaten Serang hingga Muara Binuangeun yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak. Hanya butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai Pandeglang dari Jakarta, moda transportasi darat seperti bus antar kota dan mobil travel dapat dipilih wisatawan yang memilih kendaraan umum. Selain itu, akses jalan yang mudah sangat menguntungkan wisatawan pengguna mobil pribadi atau sepeda motor untuk mencapai Pandeglang.
Pantai Pandeglang
Pantai Carita, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Camara, Pantai Batu Hideung serta pantai lainnya cocok dimasukan kedalam daftar pantai yang wajib dikunjungi saat melancong ke Pandeglang. Morfologi pantai yang landai dan berpasir putih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung dan menikmati keindahan pantai yang ada di Pandeglang.
Julukan “Sunset of Java” untuk Pandeglang bukan isapan jempol belaka. Peta menjelang, pemandangan matahari terbenam menjadi suguhan spesial yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Sinar mentari senja yang perlahan terbenam menuju peraduannya membentuk siluet gunung Anak Krakatau dan beberapa pulau disekitarnya yang berada di tengah selat Sunda. Sebuah sajian alam yang eksotis, sangat menarik untuk dinikmati kala berlibur di Pandeglang.
Selain di pesisir pantai, menghabiskan waktu di pulau kecil Pandeglang bisa menjadi pilihan. Rerata ukuran pulau yang ada di pesisir Pandeglang tidak terlalu besar, namun menyuguhkan keindahan bahari yang begitu aduhai untuk dinikmati. Terdapat beberapa pulau kecil yang ada di lepas pantai, seperti Pulau Liwungan, Pulau Mangir, Pulau Umang dan Pulau Oar menjanjikan pengalaman tak terlupakan. Pasir putih nan bersih, air laut yang jernih tak tercampur sedimen sungai serta terumbu karang yang indah sangat layak dijadikan terapi pelepas penat setelah beraktivitas sepekan.
Pulau Oar dapat menjadi salah satu pilihan pulau untuk dikunjungi ketika melancong ke Pandeglang. Pulau ini merupakan pulau tak berpenghuni yang luasnya sekitar 5,2 km persegi. Hampir seluruh bagian pulau tertutupi oleh vegetasi berupa semak-semak dan beberapa pohon khas pesisir pantai seperti kelapa dan ketapang laut. Terdapat hewan-hewan kecil seperti kadal dan kera yang dapat ditemui di hutan yang menutupi pulau ini. Di pinggiran pulau terdapat hamparan pasir putih yang menawan dan berkilau ketika tersorot sinar matahari. Pada beberapa bagian pulau, pasir terlihat sekilas berwarna merah jambu karena bercampur dengan serpihan-serpihan terumbu karang yang sudah lapuk dan hancur.
Morfologi bibir Pantai Pulau Oar cukup beragam, terdapat perairan dangkal yang sering dijadikan tempat berenang para wisatawan. Tidak hanya berenang, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas snorkeling untuk melihat gugusan terumbu karang yang masih dalam masa pertumbuhan disekitar Pulau Oar. Pada bagian lain pulau, terdapat hamparan koral yang dapat terlihat jika air sedang surut. Air laut Pulau Oar sangat jernih dan terlihat biru hasil pantulan cahaya matahari. Tidak adanya sungai yang bermuara di dekat Pulau Oar meminimalisir sedimen terbawa ke laut, hal ini menjadi faktor pendukung jernihnya air laut di sekitar Pulau Oar.
Pulau Oar
Pulau Oar berada di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Untuk menjangkaunya, dapat menggunakan beberapa moda transportasi darat seperti kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kendaraan umum yang dapat digunakan untuk mencapai kecamatan Sumur adalah bus damri jurusan Serang-Sumur atau mobil elf jurusan Sumur. Dari pusat Kabupaten Pandeglang menuju Kecamatan Sumur dapat diakses dengan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan dengan kondisi jalan sangat memdai. Tak ada kata bosan! Sebab sepanjang perjalanan, wisatawan akan dimanjakan dengan suguhan pemandangan pantai di sisi kanan.
Untuk menyebrang ke pulau Oar, wisatawan dapat menggunakan jasa penyebrangan yang disediakan oleh masyarakat sekitar yang juga bermata pencaharian sebagai nelayan. Sebelum menyebrang ke pulau Oar, wisatawan terlebih dahulu singgah di Kecamatan Sumur, tepatnya di Pasar Sumur, lokasi penyebrangan untuk ke Pulau Oar. Biaya penyebrangan dapat bervariasi tergantung jumlah orang yang ikut menumpang untuk menyebrang, untuk solo traveler, cukup dengan Rp. 65.000 sudah bisa menyebrang ke Pulau Oar sekaligus menyebrang pulang. Wisatawan dapat bermain sepuasnya di pulau Oar, sementara waktu penyebrangan pulang dapat ditentukan sebelumnya dengan penyedia jasa penyebrangan. Pada umumnya wisatawan akan dijemput kembali pada sore hari. Namun, wisatawan juga dapat bermalam di Pulau Oar. Tentu harus menggunakan tenda dan persiapan camping yang mumpuni, sebab di Pulau Oar cukup sulit untuk mendapatkan air tawar yang bisa dikonsumsi sehingga akan fatal jika bermalam tanpa bekal.
Menghapuskan kesan yang awalnya sudah tertanam dan tumbuh dengan baikBak hujan di senja yang perlahan menelan indahnya lembayung Tatkala makna mulai tersadarkanSetiap goresan diukir kembali dengan hati-hatiGoresan pun perlahan terangkaiMenyulam kembali sisa jejak menjadi harap Read more…
Entah kesan apa yang hendak Tuhan titipkanBerulang kali kembali ke sana Ingat saat pertama kaki menyapa tanah disanaKetika bahu masih terasa beratRasa gundah berdesakan di dadaMemberikan rasa tak enak kepada siapa saja Aku berjalan mencari Read more…
“When ya” bukan sekedar kata spontan yang keluar begitu saja, itu adalah bentuk kecil dari keinginan. sebuah cara lembut untuk mengekspresikan bahwa aku juga ingin, bahwa di dalam diriku ada keinginan yang sama. tapi di Read more…
0 Comments