Buletin
Lembar Rimba: “Di Persimpangan Makna”
Menghapuskan kesan yang awalnya sudah tertanam dan tumbuh dengan baikBak hujan di senja yang perlahan menelan indahnya lembayung Tatkala makna mulai tersadarkanSetiap goresan diukir kembali dengan hati-hatiGoresan pun perlahan terangkaiMenyulam kembali sisa jejak menjadi harap Namun percuma, ternyata hasilnya tak benar benar sempurnaKepingan yang coba dirapikan tetap menyimpan bayangnya sendiri Read more…

