Manusia, hanya semesta yang terpecah kecil
yang berjalan dengan angkuh
lantas merasa hebat dengan segala kerusakan
Manusia, hanya pecahan kecil yang beruntung
yang terencana tidak tertindas
lantas kemudian bersengaja saling menindas
Manusia, hanya keberuntungan yang fana
yang merasa aman di bumi
lantas menyepelekan setiap elegi dari galaksi
Manusia,
pecahan kecil yang beruntung dan fana
yang berusaha buta, tuli, dan bisu atas butala
(dalam dekapan Bandung yang dingin)
S kecil, 18 Juni 2016
Penulis: Lutvia Resta Setyawati (J.333.34.GGS)
0 Comments