Di pangkuan raga rapuh itu
Terkapar lemah tubuh mungil
Yang terkucilkan hirup pikuk kota
gemerlap lampu peradaban
dan gelinding roda-roda mesin
Tapi lihat !
Otot-otot pria metropolitan itu
hanya bisa terdiam tanpa bahasa
Hanya bergelut denga asap rokok
dan tertawa dengan gagahnya
di atas peluh keringat budak itu
AH !
Nampaknya kau tak mengerti
Sudah lama mereka terjajah
Tak sempat ia kecap kemerdekaan
Tak sempat ia berdiri tegap
Keping-keping koinmu itu
Debu-debu kendaraanmu itu
Butir-butir sisa makanmu itu
Menjadi teman sejatinya
untuk tegar dan bertahan
di tengah gilanya peradaban ini.
Kini, sudahkah kau rasakan itu?
Penulis: Vicky Taniadi (Mahasiswa Pend. Geografi 2012)
0 Comments