Delapan belas hari berlalu, rasanya bangga sekali di umur yang ke 38 tahun JANTERA dapat melahirkan Anggota Muda kembali. Bertemakan, berjuang, berkarya dan bersaudara, 7 mantan siswa Diklatsar xxxv JANTERA mampu menyelesaikan tahapan seleksi menjadi Anggota Muda JANTERA. Syal berwarna putih menjadi tanda kehormatan mereka, yang dimana telah dilukis menjadi berwarna orange. 30 Februari 2016 menjadi saksi sejarah dikenakannya syal orange JANTERA kepada 7 orang yang mampu berjuang, berkarya dan berkeluarga.
AI YANTI FUJIANTI
Wanita yang gemar menari ini memiliki tekad yang kuat. Alam yang mendidik ketabahannya dalam perjalanan. Berjalan di tanah mengikuti irama alam, menari di panggung mengikuti irama musik merupakan dua sisi yang sama. Dapat ditafsirkan berjalan sambil menari (longmarch). Dalam kacamata gadis penari ini Diklatsar berceritakan tentang persaudaraan. Persaudaraan dalam naungan, kejujuran, ketangguhan, ketabahan, dan keikhlasan. Diklatsar xxxv JANTERA ini juga bukan tentang rasa masako atau rasa garam yang tertabur di bivak, melainkan rasa sayang, rasa peduli, dan rasa persaudaraan. Bukan juga tentang kentalnya, kenyalnya, dan gurih-gurih enyoinya cacing sondari, tetapi ini tentang kenyalnya, kentalnya rasa persaudaraan dan ikatan batin yang mulai terpondasi dengan kuat di diklatsar xxxv JANTERA. Kaki lecet mengelupas sehingga membentuk kontur bukan menjadi halangan Ai Yanti untuk tetap bergerak.
HELGA ALVITA
Wanita bersikap lembut santun, berkelahiran di Bandung tetapi tinggal di Garut ini bersenjatakan parafin dan nesting. Parafin sebagai bahan pembakar semangat saudaranya, dan nesting sebagai wadah semangat saudaranya. Tentu saja di dalam nesting tersebut ada makanan yang di masak dan parafin yang membuat masakan menjadi matang. Intinya masakan buatan Helga ini menjadi penambah semangat saudaranya dalam kegiatan diklatsar xxxv JANTERA ini. Berstatuskan Danpur (komandan Dapur) helga memaparkan bahwa diklatsar itu misteri, karena banyak rahasia. Diklatsar itu melawan ketakutan untuk menimbulkan keberanian. Diklatsar itu kaya permen nano-nano manis, asin, asem rasanya. Diklatsar itu seperti petir mengejutkan tetapi memberikan kehidupan (oksigen). Belalang serasa fried chiken, air tawar serasa madu, bivak kecil serasa istana, kebersamaan dan kebahagiaan kita semua. Bersikap lembut bukan berarti bermental lembut, melainkan bermental alumunium aloy seperti carrabiner ringan tapi kuat dengan beban dan safety.
IKA KARTIKASARI
Sang pemiliki bivak tamiya yang dindingnya di anyam lebih bagus dari anyaman pipiti ini memiliki karakter yang unik. Matanya selalu sayup ketika materi berlangsung, entah memang seperti itu, entah memang mengantuk. Rasa penasaran yang tinggi membuat dirinya tekun dalam mempelajari materi diklatsar. carier berat dan besar yang selalu memeluk punggungnya ketika berjalan, bukan menjadi alasan untuk menyerah. Pemilik bivak tamiya ini akrab dipanggil Ceu Edoh, menurut Ceu Edoh Diklatsar merupakan suatu proses dari titik paling rapuh menjadi sesuatu yang besar, puitis sekali yaaa ceu edoh ini. Diklatsar memberikan didikan untuk berani, tangguh, bertanggung jawab dan selaluingat perjuangan hidup. Kutu air yang berada di lembahan jari kaki atau sela-sela jari kaki tidak membuat Ceu Edoh mengeluh ketika berjalan dengan carier yang lebih besar daripada perawakannya.
IPAN ADITYA S
Pria ini memiliki sifat pendiam, sabar dan kalem kalo bahasa kekiniannya keep woles. Seorang yang diamanahi menjadi komandan siswa oleh saudara-saudaranya. Bermodalkan koyo di sekujur tubuhnya pria ini dinobatkan bernama rimba Oyok. Oyok bukan nama orang ataupun sifat melainkan sesuatu yang dia pakai ketika diklatsar kalo kata tersebut dibalikan oyok berarti koyo. Pria asal Cirebon ini sepertinya berkarakter melankolis, kata demi kata dia rangkai dalam Diklatsar sehingga membentuk tulisan seperti ini “ Tumpuan kaki setapak demi setapak kita jalani, jejak kaki terus melangkah tiada henti, sehingga membuat kita bisa menyadari arti hidup ini. Makan, tidur, berjalan, berfikir, hujan, panas kita jalani dengan senang hati. Ilmu dan pengalaman yang belum kita kenal dan belum tentu kita rasakan di bangku perkuliahan seperti biasanya. Sungguh Diklatsar merupakan liburan yang sangatlah mahal apabila terlewati. Mahal, mulai dari ilmunya, pengalaman, dan segalanya, tetaplah menjadi anggota JANTERA sejati”. Mungkin kedepannya Oyok ini dapat membuat koyo alami berasal dari tumbuh-tubuhan hewan atau fosil dengan skill Geografinya, sehingga ketika diklatsar tidak ada lagi tempelan seperti tatto yang melekat di raganya.
FAUZIA RAHMAWATI
Ini berbicara tentang kenyataan, kenyataan seorang wanita bertenaga pria sejati layaknya aderai. Kekuatan, keberanian, mental carabiner baja seperti tali karmantel statis yang menahan beban berat ketika memanjat. Kedalaman air menjadi tempat bermainnya karena dia mahir berenang layaknya ikan piranha. Padalarang menjadi tempat bermainnya dari kecil, karena rumahnya di padalarang. Dibalik sifatnya yang jutek, rasa kepedulian terhadap saudaranya terbilang besar. Parasnya yang manis, berkelakuan pria membuat dia memiliki julukan bencong. Fauzia merasa sangat beruntung mengikuti diklatsar JANTERA, karena mendapat berbagai jenis mata latih dan pengalaman yang tidak bisa semua orang dapatkan. Selain itu juga mental wanita ini sangat diuji dan yang paling beruntung dia mendapatkan kekeluargaan yang kental. Wanita ini sangat suka sekali dengan mata latih Rock Climbing, padahal mata latih tersebut merupakan mata latih yang mengacu pada adrenalin tinggi. Cocok sekali dengan mentalnya, kokoh seperti tebing citatah yang ada di sekitar rumah nya Padalarang.
HERDIEN RAKA
Anggota muda yang baru dilantik ini memiliki kemiripan seperti artis. Artis yang biasa menjadi presenter pada acara berbau mistis, acara Masih di Dunia lain. Entah siapa nama artis itu siapa yang penting JANTERA memiliki artis baru. Kemiripan tersebut membuat dia dijuluki sebagai salah satu dari dedemit yang ada di Indonesia, sebut saja Leak. Leak merupakan mistis khas Indonesia yang berada di pulau Bali. Pria ini bisa disebut mahir dalam pemetaan, karena dia memiliki misi ingin menjadi Kartograf bukan keju craf, semoga impiannya tercapai, Amiin. Rasa peduli terhadap saudaranya sangatlah tinggi, sehinggga dia cocok untuk mendapat kekasih yang sangat peduli terhadap dia. Karakternya melankolis menimbulkan ungkapan kata yang tertulis oleh tinta hitam merah di kertas putih. “seberapa lama dalam beberapa hari itu tidak penting, seberapa sakit dalam beberapa hari itu tidak penting, seberapa lelah dalam beberapa hari itu tidak penting. Hanya niat dalam berusaha yang dapat membuat seberapa-seberapa yang dirasakan menjadi lebih bermakna”. Kata-katanya sungguh waaaww, meureun. Semoga rapido, kertas kalkir, kompas, aplikasi pemetaan menjadi senjata ampuh dalam mencari kordinat dan memetakan tambatan hati yang sesungguhnya. Sebenarnya bukan raka yang mirip presenter masih di dunia lain, tetapi presenter tersebut yang mirip dengan raka, apabila presenter tersebut meliki gaya rambut yang sama dengan saudaraku Leak.
AHMAD HASAN F
Lamongan menjadi tempat bersemayamnya, tetapi Bandung menjadi tempat belajarnya. Seorang yang ketika berbicara sedikit medok ini, cocok sekali untuk menjadi pasangan hidup yang baik. Pria ini pintar dalam mengaji, surat annaba menjadi obat ampuh dalam perjalanan menuju JANTERA. Sarung putih yang dikenakan dimalam hari menjadi jawaban bahwa hasan ini adalah Ustadz Anggota Muda JANTERA. Dia meliki kepekaan yang khas dalam menangkap materi, beberapa mata latih dapat diselesikan dengan mulus seperti minyak komando yang dipakai di kaki ketika berjalan. Pria yang suka menaburkan garam di sekitar bivak ketika malam ini merasa, diklatsar itu serasa manis jika sehelai kebersamaan tertancap pada gumpalan tujuan. Pengorbanan waktu, tenaga, jiwa harus tersapu oleh derasnya rintangan, tetapi kesatuan tekad berasal dari diri kami sendiri, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Persaudaran merupakan bentuk bilangan dari angka satu karena kita adalah satu kesatuan.
Penulis: Haikal M. Ihsan

0 Comments