Ibuku bilang, namanya pertiwi
Rupanya elok, hidupnya gemah ripah loh jinawi
Saking kayanya, ada zamrud pada mahkotanya
Pun di perutnya bisa kau temui emas, perak atau tembaga
Sayangnya, ibu bilang itu dulu
Sewaktu ia belum disiksa anak cucu
Sewaktu kekayaannya belum banyak dicuri
Ibuku bilang, tak sulit membantu pertiwi
Katanya, cukup dengan aku menjaga bumi
Boleh saja aku meminta emas, tanah atau minyak bumi
Asal, setelah itu lahanyya wajib ku reklamasi
Ibu juga bilang, aku boleh mengambil kayu jati, rotan atau mahoni
Asal, diambil secara layak dan lantas tak lupa direboisasi
Aku juga boleh mendirikan industri
Asal, bertanggung jawab meminimalisir polusi
Ibuku bilang, tak jadi masalah bila aku ingin jadi petani
Asal, pandai-pandai menerapkan panca usaha tani
Misalnya membuat irigasi yang mumpuni
Atau bahkan menerapkan ilmu intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi tani.
Sekali lagi ibu menasihati,
Aku harus jadi manusia yang tahu diri, tahu bumi dan juga tahu illahi
Katanya itu semua demi pertiwi
Agar ia tak lagi bersusah hati
Penulis (Vivi Rahmelia)
0 Comments