Saat itu ketika saya diajak mewakili jantera untuk menjadi panitia Geotrack yang diselenggarakan oleh Matabumi, Matabumi adalah perkumpulan senior senior kami di Jantera untuk mewadahi Anggota Luar Biasa atau anggota yang telah lulus akademik untuk tetap ber kegiatan alam terbuka. Hari Kamis 7 maret aku bersama Kadat pergi ke Markas mata bumi untuk rapat mengenai acara yang akan diselenggarakan lalu hasil rapat hari itu adalah bahwa esok hari kami akan berangkat ke Gunung Jayagiri untuk survey dan juga membawa sebagian bahan makanan untuk geotrack nanti, sore hari kami berangkat dari markas menuju Lembang saat itu Saya, Kang Gelar, Kang Rony dan Kang Hasanudin yang pergi untuk membawa logistik dan untuk menikmati malam yang dingin di Jayagiri. Diperjalanan kami membeli beberapa bahan makanan untuk sebagai perbekalan kami nanti malam di Sana. Sekitar pukul 4 sore kami tiba di gerbang jalur untuk pendakian ke Jayagiri yang biasa sering disebut Taman Junghun, karena digerbang kami melintasi Taman Junghun yang menjadi situs wisata disana.
Dimulailah kami start untuk trekking, disepanjang perjalanan kami berbincang-bincang berbagi pengalaman dan juga kang Gelar sering kali bernyanyi untuk melepaskan penat dan lelah yang terasa di perjalanan. Ditengah perjalanan kami beristirahat sejenak untuk minum. Sekitar 1 jam kami sampai di Gunung Jayagiri, terlihatlah rumah kayu yang merupakan rumah Mak Idah. Mak Idah hidup sebatang kara disana ia merupakan wanita yang hebat sudah berpuluh-puluh tahun ia tinggal menyendiri di atas Gunung, di rumah mak idah selalu saja ada pendaki yang beristirahat disana karen ia pun berjualan seperti minuman dan makanan. Salah satunya adalah Bala Bala buatan Mak Idah yang merupakan gorengan khas dan favorit para pendaki yang berkemah atau beristirahat disana. Kami pun menyimpan bahan-bahan makanan dan diberikan kepada Mak Idah untuk di olah nanti. Tak lama Emak membuatkan nasi liwet untuk kami, saat itu waktu magrib pun datang, kang Rony pun mengolah perbekalan yang dibawanya. Ia mengolah daging ayam untuk di balado kata kang rony ia memasukan banyak cabai rawit sebagai bumbu dan lucunya saat kang Udin ingin membantu kang Rony menolak biar saja saya yang memasak dan mengolahnya. Tidak lama setelah Solat magrib masakan pun akhirnya jadi, tinggal menunggu kerupuk dan nasi matang kami berbincang-bincang dengan Mak Idah sambil meminum kopi.. Setelah semua matang Mak Idah mempersiapkan piring dan kami bersiap untuk menyantap makanan buatan kang rony, dari aromanya sudah tercium sangat nikmat membuat kami semakin terasa lapar. kami sangat lahap sekali untuk menghabisi makan malam kami dengan balado ayam yang sangat pedas namun nikmat ditambah sambal yang pedas sebagai penghangat saat udara dingin yang menusuk disana.
Kami banyak bercerita hingga larut malam dengan Mak Idah tentang Kang Gelar dan pengalaman hidup Mak Idah dan sedikit cerita mistis. Waktu semakin larut dan karena kami tidak membawa persiapan sleeping bag kami meminjam selimut Mak Idah dan karena mulai mengantuk kami pun tidur. Pagi harinya kami pun persiapan untuk kembali lagi ke Bandung, tapi kami menghangatkan badan dahulu dengan Kopi dan sarapan dengan bala-bala khas buatan Mak Idah. Sekitar jam 7 kami pun pamit kepada Emak dan turun kembali untuk mempersiapkan di kegiatan Geotrack esok hari.
Geotrack hari ini 9 maret 2014 kami berkumpul pagi hari di depan Gedung Isola atau tepatnya taman baretti lalu saya, kang gelar & kang aduy sebagai tim pendahulu berangkat menuju lokasi. Melalui jalur yang sama yaitu Taman Junghun yang dimana nanti peserta dapat mengetahui tentang Franz Wilhelm Junghun yang merupakan seorang Naturalis, doktor, botanikus, geolog, geografiwan, kartograf, pelukis dan penulis berkebangsaan Jerman, lalu Belanda. Ia juga merupakan seseorang yang berjasa membuat pembagian iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat, yang dikaitkan dengan jenis tanampan yaitu : Zona iklim panas, iklim sedang, iklim sejuk dan Dingin. Lalu setelah mendapat interpretasi di Taman junghun peserta akan melintasi jalur Trekking menuju Jayagiri yang kurang lebih menempu waktu satu setengah jam.
Di sepanjang jalan pun akan disuguhi oleh hamparan Vegetasi Pinus, Perkebunan seperti kopi, kentang dll. Karena disana kita dapat jumpai para penduduk setempat yang berkebun sebagai matapencahariannya. Sayang sekali saat itu kami sebagai tim pendahulu tidak bisa bersama sama dengan teman teman lainnya karena kami harus mengkondisikan tempat di basecamp nanti. Sesampainya di finish atau di Gunung jayagiri kami sambut peserta dengan gorengan khas buatan Mak Idah dan Teh manis hangat untuk mengganti lelah selama perjalanan. Beberapa teman2 terlihat ada yang senang dan juga ada yang lesu. Setelah semuanya sampai lalu ada interpretasi mengenai sejarah Gunung Sunda.
Gunung Sunda lahir dari kaldera Gunung Jayagiri yang terbentuk 560.000 – 500.000 tahun yang lalu. Menurut hipotesis para ahli diperkirakan Gunung Sunda tingginya tidak kurang dari 3000 m.dpl. Yang sekitar 210.000 – 105.000 tahun yang lalu mengalami letusan – letusan yang dahsyat. Abu letusannya bisa sampai ketebalan 40 m dan tersebar dikawasan seluas 200 km persegi. Sungguh dahsyatnya ledakan itu dan pastinya abu yang dikeluarkan oleh gunung sunda membuat Dunia menjadi gelap gulita pada saat itu. Dari letusan itu membentuk sebuah kaldera yang dinamakan kaldera Gunung Sunda yang disana lahirlah Gunung Tangkubanparahu yang menurut legenda Sangkuriang. Tangkubanparahu merupakan perahu yang ditendang oleh sangkuriang karena saat ia membuat perahu untuk memenuhi permintaan Dayang Sumbi ia telat, hingga akhirnya ia murka lalu menendang perahu tersebut. Sekarang dapat kita ketahui bahwa Gunung Tangkubanparahu terlihat membentuk perahu itu apabila kita lihat dari arah bandung selatan. Apabila kita melihatnya dari arah utara atau timur gunung Tangkubanparahu tidak terlihat seperti perahu. Jadi orang diwilayah selatanlah yang memberikan nama sebuah Gunung Tangkubanparahu.
Di Gunung Jayagiri kita dapat melihat ke arah selatan itu terhampar Gunung Putri, Gunung Bukit Tunggul, Gunung Palasari, Gunung Puntang. Disini kami dapat mengetahui juga bagaimana kota Bandung yang berada di kaki gunung yang mengelilingi. Geotrack ini banyak ilmu yang kita dapat selain kita bermain, & mendapat teman akhirnya kita bisa mengetahui sejarah Gunung Sunda Purba yang ada di Bandung.
Setelah interpretasi teman-teman menyantap makan siang yang sudah kami dan Mak Idah siapkan. Nikmat sekali menyantap makan siang bersama diatas gunung Jayagiri. sambil mengisi waktu setelah makan ada beberapa kuis dan berbagi pengalaman. Lalu setelah selesai kami berfoto bersama dan menutup acara Geotrack hari ini untuk persiapan kembali ke Bandung.
Tak terasa sudah selesai perjalanan hari ini. Aku, Sahid, Novi, Kang Gelar, Kang Elfa, Kang Roni, Kang Udin, Kang Aduy pun kami berpisah setelah kembali di Kampus
Penulis: Andi Aji (Jantera 33)
0 Comments