Sastra
Sepenggal dari sekian cerita
Celoteh cakrawala bersenda gurau dari atap puncak yang bersembunyi di balik awan,
diatas rerimbunan dan terjalanya akar pada jalanan yang melintang,
pada batas rona jingga yang terbias kala senja,
pada tangkai-tangkai daun teh yang terbentang memberi sapaan,
pada aspal yang tak utuh memanjang hingga tepat sebelum pintu rimba,
pada kicau burung dan derit ranting yang saling bergesekan,
pada semangat dan iming-iming surga,
dan akhirnya pada semuanya aku bercerita,