Bincang
Sejarah Topi Lapangan
Istilah topi dalam bahasa Indonesia berakar dari bahasa Urdu atau bahasa Hindi. Dua istilah bahasa yang sebenarnya merujuk pada satu bahasa yang sama yang terpisahkan identitas modern Pakistan dan India. Awalnya, kedua bahasa itu hanya disebut dengan satu istilah saja, yakni bahasa Urdu. Yakni suatu cabang termuda dari rumpun bahasa Indo-Aria (Hindustan). Sementara rumpun bahasa Indo-Aria sendiri adalah rumpun bahasa yang biasa diidentikkan dengan bahasa Sangsekerta, yang menjadi cabang tertuanya dan dikenal melalui bahasa tertulisnya dalam kitab Weda. Sebagaimana umumnya pada semua cabang bahasa Indo-Aria, maka bahasa Urdu juga sangat dipengaruhi oleh bahasa Sangsekerta sebagai lapisan dasar kebahasaannya.
Namun demikian, pada tahap selanjutnya bahasa Urdu mengalami pembauran dengan berbagai bahasa lainnya di luar rumpun bahasa Indo-Aria. Misalnya dengan bahasa Parsi dari rumpun bahasa Indo-Iran yang masih berkerabat dekat dengan rumpun bahasa Indo-Aria; bahasa Turki dari rumpun bahasa Turkis yang identik dengan bahasa dari suku-suku Iranian-Saka (Scytia); dan bahasa Arab dari rumpun bahasa Semit, yang secara kekerabatan dianggap terpisahkan jauh dari keluarga besar rumpun bahasa Indo-Eropa. Sehingga ada kemungkinan jika istilah topi yang terdapat dalam bahasa Urdu, sebenarnya berakar dari bahasa Arab, thaqiyah. (lebih…)