Ditulis oleh: Indri Megantara P. (J.381.38.APA) dan Ayi Sopandi (J.392.38.APA) | Disunting oleh: Indri Megantara P (J.381.38. APA)
Kamis (31/03/22) tim caving Jantera didampingi Kadat Ayi bertolak dari sekretariat Jantera di Negla Utara menuju Sanghyang Kenit dan Sanghyang Poek. Selang dua jam perjalanan tim tiba di Sanghyang Kenit dengan membawa peta gua yang telah terpasang dalam bingkai. Selepas beristirahat, tim berbincang dengan salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kami biasa memanggil beliau Kang Ciko. Selain membahas hasil dan capaian pemetaan beliau merencanakan pemetaan di gua-gua lainnya, mengingat pemetaan gua Sanghyang Kenit ini merupakan suatu inovasi yang mampu menunjang keberlangsungan pariwisata gua.
Tak hanya meningkatkan keahlian pemetaan tim caving Jantera, pemetaan ini dijalankan dalam rangka mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi yang salah satunya berupa pengabdian kepada masyarakat. Kebermanfaatan peta ini dimaksudkan agar pengelola tidak kesulitan dalam menginformasikan kepada wisatawan perihal bentukan gua yang akan dimasuki. Informasi-informasi dasar tentang gua diharapkan mampu meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama penelusuran gua, salah satunya adalah tersesat.
Ashlah selaku ketua pemetaan gua menuturkan “Penyerahan peta gua ini merupakan suatu kegiatan yang berperan salam menunjang aktivitas penelusuran gua utamanya bagi wisatawan. Sehingga setiap wisatawan bisa mengetahui informasi tentang gua meliputi luas gua, panjang gua, ornamen gua dan hal lain yang berkaitan dengan gua”.
Dokumentasi: Jantera
Penyerahan Peta Gua Sanghyang Kenit(dari kiri ke kanan) Pengelola Sanghyang Kenit, Anggota Pokdarwis, Pengelola Sanghyang Kenit, Ketua Adat Jantera, Ketua Pemetaan Gua dan Pengelola Sanghyang Kenit
Kehadiran kami diterima dengan baik oleh pengelola Sanghyang Kenit. Tidak hanya itu, kehadiran pengelola turut berperan selama kegiatan pemetaan gua terutama pendampingan pemetaan dari pintu masuk hingga pintu keluar gua. Pemetaan gua Sanghyang Kenit ini bertujuan memudahkan pengunjung dalam membaca medan dalam gua. Kami bertukar informasi dengan pihak pengelola, mereka menyampaikan sejarah dan perkembangan Sanghyang Kenit dari waktu ke waktu, pun kami memberikan informasi proses dan cara pemetaan gua. Agar peta ini mudah dipahami, kami paparkan cara membaca peta kepada pihak pengelola agar informasi yang diterima bisa diteruskan kepada pengunjung.
Penyerahan hasil pemetaan Gua Sanghyang Poek (Pengelola Gua Sanghyang Poek dan Ketua Pemetaan)
Kami menyerahkan hasil akhir berupa peta gua yang terbingkai dalam papan akrilik. Rupanya, pihak pengelola pun menyediakan buah tangan untuk kami berupa kaos bertuliskan “Sanghyang Kenit”. Lalu kami berpamitan kepada pengelola Sanghyang Kenit. Kami bergerak menuju destinasi selanjutnya, yaitu Sanghyang Poek. Seolah berlomba dengan awan gelap yang menggulung langit Rajamandala kami pun tiba di pelataran Gua Sanghyang Poek. Nihil, kami tidak bertemu siapapun disana padahal sebelumnya kami telah mengatur janji untuk bertemu. Kami menghubungi pihak pengelola Sanghyang Poek dan terkonfirmasi kami bisa menemui beliau di kediamannya. Hujan deras sempat menghadang kami beberapa saat sebelum akhirnya memaksakan diri untuk tetap berangkat saat hujan mulai reda. Tak jauh dari lokasi Gua Sanghyang Poek, kami pun berhasil menemukan kediaman pengelola gua. Seolah terburu waktu, tidak banyak yang kami bicarakan selama penyerahan peta gua, sebab hari kian gelap. Kami pun berpamitan dan bergerak menuju sekretariat.
Website ini hadir sebagai ruang berbagi informasi dan gagasan melalui buletin yang kami terbitkan secara berkala. Setiap edisi memuat rangkaian berita, artikel, dan dokumentasi kegiatan yang dirangkum secara ringkas dan informatif. Kami berharap buletin ini Read more…
Menghapuskan kesan yang awalnya sudah tertanam dan tumbuh dengan baikBak hujan di senja yang perlahan menelan indahnya lembayung Tatkala makna mulai tersadarkanSetiap goresan diukir kembali dengan hati-hatiGoresan pun perlahan terangkaiMenyulam kembali sisa jejak menjadi harap Read more…
Dari JANTERA saya belajar banyak pengalaman. Saya belajar kedisiplinan, kebersamaan, empati dibalut dengan kekeluargaan yang erat. Yang awalnya kita JANTERA 44 tidak saling mengenal tak disangka sekarang sudah menjadi saudara selamanya. Selain menambah wawasan dan Read more…
0 Comments