Dari JANTERA saya belajar banyak pengalaman. Saya belajar kedisiplinan, kebersamaan, empati dibalut dengan kekeluargaan yang erat. Yang awalnya kita JANTERA 44 tidak saling mengenal tak disangka sekarang sudah menjadi saudara selamanya. Selain menambah wawasan dan ilmu kita bisa menjalin kekeluargaan antar saudara JANTERA lainya. Suatu saat nanti bisa saja saudara yang membantu baik dalam perkuliahan ataupun kita sudah sukses. Namanya manusia itu makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri, saling berkaitan, membutuhkan antar manusia lainnya.

Perjuangan diklatsar ini akan saya ingat di dalam buku sejarah hidup saya. Dimana saya berjuang bersama 13 saudaraku (tabah sampai akhir) yang awalnya berjumlah 23 orang dan tersisa hanya 13 orang, semoga 10 orang saudaraku sebelumnya dapat bergabung lagi ditahun depan.
Diklatsar ini tidak bisa diceritakan oleh kata-kata, tapi dirasakan bersama-sama.
Oleh Farhan ‘Misro’ Fauzi Nurrohman
0 Comments