Tulisan Jantera kali ini akan mengangkat seseorang yang baru-baru ini dipercaya menjadi Sekjen FKPPA UPI, dia adalah Septian Eka Putra. Septian atau yang akrab dipanggil Bang Roges ini lahir di Jakarta pada tanggal 26 September 1989. Dia adalah seorang Mahasiswa Geografi UPI angkatan 2008 sekaligus anggota Jantera angkatan 29 Gentra Yudha Kelana. Pada tanggal 2 November 2013 yang lalu, Lelaki keren yang berbadan sedikit tipis ini terpilih menjadi Sekjen FKKPA pada Kongres FKPPA yang diadakan di FPTK-UPI, dia menggantikan posisi Rifky dari Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga (PAMOR) yang menjabat sebagai sekjen FKPPA sebelumnya.
Dengan motto “Jangan takut untuk bilang berani!” Bang Roges membuktikannya dalam Kongres tersebut. Berani mengambil jalan untuk menjadi seorang sekjen di FKPPA patut diacungi jempol, walaupun sebenarnya Bang Roges sendiri tidak terlalu berniat. Tetapi, sekarang abang yang hobi panjat tebing ini siap untuk menjalankan tanggungjawab yang diberikan kepadanya serta menjaga kepercayaan dari anggota FKPPA. FKPPA (Forum Komunikasi Perhimpunan Pecinta Alam) menurut Bang Roges adalah sebuah forum silaturahmi seluruh mahasiswa pecinta alam yang ada di kampus UPI. Sebagai sekjen Septian diamanahi untuk memimpin dan bersedia menampung aspirasi yang dikeluarkan oleh anggota FKPPA.
Untuk lebih dekat dengan Bang Septian, tim Buletin Jantera (BJ) melakukan wawancara mengenai Ke’SEKJEN’an beberapa waktu yang lalu, berikut wawancara dengan Bang Septian (S):
BJ : Apa visi & misi abang di FKPPA?
S : Visi : Menghidupkan kembali FKPPA, dalam artian merangkul seluruh PPA UPI untuk bersilaturahmi dan menjadikannya sebagai wadah aspirasi dari setiap ide yang dikeluarkan oleh anggota FKPPA. Misi : Mengadakan kegiatan silaturahmi rutin setiap bulan dalam berbagai bentuk, seperti ngopi bareng, ngeliwet bareng, atau diskusi ringan yang nantinya dapat melahirkan sebuah ide dalam bentuk kegiatan.
BJ : Apa langkah pertama yang akan Bang Roges lakukan untuk mewujudkan visi & misi tersebut ?
S : cukup jadi diri sendiri dan mencoba memahami karakter anggota FKPPA.
BJ : Kegiatan apa yang menjadi target sekjen?
S : Mengadakan Gebyar FKPPA yang didalamnya terdapat seminar, kemping ceria, penghijauan dan aksi kemanusiaan lainnya seperti bagi-bagi sembako atau santunan lainnya.
BJ : Momen apa yang paling berkesan bagi Bang Roges ketika mengikuti kegiatan di FKPPA?
S : Waktu itu ketika masih AM (Anggota Muda) di Jantera, saat itu ada Gebyar FKPPA yang dilaksanakan pada hari bumi. Pada kegiatan itu, AM tiap MAPALA yang menjadi panitianya. Kebersamaan pada saat acara Kemping Ceria, memberi santunan ke Ma’Idah sembari kegiatan penghijauan di Jayagiri serta melakukan aksi bersih kampus, itu yang sangat berkesan dan memang menyenangkan.
BJ : Bagaimana apabila pada suatu waktu JANTERA dan FKPPA ada kegiatan yang bertubrukan, dalam artian ada pada waktu yang sama dan dikeduanya Bang Roges sangat diperlukan perannya. Sebagai Sekjen FKPPA, mana yang akan Bang Roges pilih?
S : Lebih cenderung memilih Jantera. Prioritas utama saya adalah Jantera dan jadwal FKPPA itu diusahakan menyesuaikan. Tapi, tetap diusahakan agar bisa membagi waktu karena sesibuk apapun seseorang pasti bisa meluangkan waktunya untuk keduanya agar semua dapat berjalan tanpa ada yang dirugikan.
BJ : Oh ya bang, dengar-dengar Abang baru saja kembali dari suatu penugasan sebagai Sekjen FKPPA. Bagaimana cerita lengkapnya?
S : Ya, benar. Ini tugas pertama saya sebagai Sekjen FKPPA sekaligus pengalaman pertama saya melakukan SRU (Search dan Rescue Unit). Jadi, saya dilibatkan dalam kegiatan pencarian Mahasiswa ITB yang hilang di Gunung Kendang, di Garut. Walaupun telat bergabung, yaitu minggu kedua pencarian, tetapi tetap saja semangat untuk ikut terlibat. Pencarian itu sendiri melewati area yang terjal, sulit terjangkau, diantara jurang dengan jalur yang sempit. Selain jalur, yang menjadi kesulitan lainnya adalah kurangnya tim SAR. Dan yang paling ingat itu adalah pengalaman ketika hampir tersambar oleh petir. Ketika itu sedang mencoba memasang antena tambahan pada HT untuk berkomunikasi dengan tim lainnya, tetapi karena antenanya panjang jadi sasaran empuk untuk petir terpaksa masuk lagi ke dalam tenda agar tidak disambar petir. Pengalaman ini betul-betul pengalaman berharga, karena awal sejak masuk Jantera saya sudah mengincar kegiatan ini dan baru kesampaian ketika sudah menjadi Sekjen FKPPA. Kesannya menegangkan tapi tetap menyenangkan!
BJ : Apa nih harapan Bang Roges untuk Buletin Jantera?
S : Buletin Jantera supaya tetap eksis, tetap ada dan menyajikan informasi baru yang bermanfaat bagi semua Mahasiswa Geografi dan tentunya bagi UPI.
Reporter: Nofi Kristanti Ndruru (Jantera 32)
0 Comments