Catatan Perjalanan
Kanca Etut, Kadhèt Singkur, Saudaramu yang Terbelakang (1)
Oleh: Ashlah Afdlalul Ihsan “ Langkahku dihentak, menikmati terbakarnya kulit yang melepuh. Rasa sakit tak seberapa, namun kian emosi terbakar, satu mata berkedip terlahir berkat saudaraku yang terkapar hanya karena perkataan. Kian membara pemikiranku dengan amarah dan kebencian yg mengakar berkat keinginan kebangkitan bersama saudara-saudaraku. Bukankah hal yang sederhana bangkit Read more…

