Oleh Euis ‘Batam’ Rosita
Tekad yang bulat dan dukungan yang terus diberikan orang-orang terdekat membawaku pada hari ini, 19 Januari 2025. Perjalanan yang tak pernah dibayangkan itu dimulai, semua keyakinan yang sebelumnya mulai terukir di hatiku itu terus bergemuruh mengatakan bahwa “Aku pasti bisa” kata tersebut menjadi penguat setiap langkah kaki yang melangkah.
Hari pertama, semangat yang masih terlihat jelas dari canda tawa yang selalu terlontar dari setiap ucapan saudara-saudaraku. kebahagiaan dan kegelisahan bersatu menjadi keyakinan bahwa kami siswa ke-43 dapat menyelesaikan perjalanan kami. Hari pertama kami lewati dengan suka cita menuju Guha Pawon. Aku dan saudara-saudaraku memulai perjalanan kami di tempat pertama yaitu Guha Pawon. Kami menuju basecamp dan membuat tempat peristirahatan pertama kami disana, setelah beristirahat sejenak aku dan saudaraku yang lain menuju Guha Pawon untuk melihat pertama kalinya Guha Pawon tersebut. Setelah dari Guha Pawon semuanya mulai beristirahat.
Hari kedua dimulai, aku dan saudaraku menuju Guha Pawon lagi untuk melakukan Rock Climbing dan Single Rope Technique. Hari itu berlalu begitu cepat, senang sekali rasanya berhasil naik dan berdiri di dinding Guha Pawon dan berteriak “ JANTERA JANTERA JANTERA”. Setelah kegiatan ini selesai, aku dan saudaraku menuju basecamp untuk beristirahat dan santap malam.
Hari ketiga, aku dan saudaraku memulai pagi hari ini dengan melakukan kegiatan berbenah dan packing untuk menuju lokasi selanjutnya, Bukit Tunggul. Perjalan panjang mulai dilakukan untuk menuju basecamp di Bukit Tunggul, rasanya kaki ini selalu gemetar dan ingin berhenti. Namun lontaran candaan yang terus diberikan saudaraku membuat semangat itu terisi kembali. Akhirnya, kami semua tiba di basecamp, aku dan saudaraku bergegas membuat bivak kami dan memasak untuk santap malam. Malam dingin dan suasana yang hangat membuat rasa kantuk kami perlahan datang, akhirnya aku dan saudaraku beristirahat.
Hari keempat, hati ini penuh haru rasanya karena aku dan saudara-saudaraku bisa berhasil sampai hari ini. Hari ini kami melakukan kegiatan di lapangan yaitu pengaplikasian materi yaitu Ilmu Medan Peta dan Kompas, disana aku dan saudaraku yang lain dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Aku menjadi sebuah tim bersama saudaraku Chelomita “Gardu” Trivena. Aku dan saudaraku mengerjakan dengan ilmu yang kami dapatkan. Sungguh aku dan saudaraku tak menyangka kami berhasil mengerjakan dengan hasil minim distorsi. Setelah melakukan praktek IMPK kami melakukan praktek E-SAR yaitu menyelamatkan korban yang bernama “Luna” awalnya kami tidak sadar itu adalah praktek E-SAR tapi ternyata itu merupakan kegiatan praktek lapangan kami. Setelah semua kegiatan lapangan kami selesai, aku dan saudara-saudaraku dipersilahkan untuk istirahat. Sore harinya kami dibawa ke puncak Bukit Tunggul untuk mengumpulkan makanan kami yang tersisa karena akan melakukan survival. Malam harinya aku dan saudara-saudaraku membuat bivak solo dan beristirahat di masing-masing bivak kami.
Hari kelima dimulai, survival mulai dilakukan dimana kami mencari makanan yang ada disekitar kami dan melakukan kegiatan yang mengandalkan alam, rasa itu mulai hadir rasa yang tak bisa diungkapkan yaitu keyakinan untuk menyelesaikan perjalanan yang telah aku mulai. Hari survival pertama kami habiskan dengan kegiatan memasak dan istirahat secukupnya. Hari berlalu dan hari keenam tiba, survival kedua kami dimulai kami melakukan santap di siang hari karena kami memasak di jam yang mulai siang. Hari itu kami banyak mengobrol sambil melengkapi catatan perjalanan kami. Lalu siang berganti malam, aku dan saudara-saudaraku dipanggil satu persatu untuk mengobrol lebih dalam mengenai Jantera.
Akhirnya, hari ini tiba dimana perjalanan kami akan berakhir. Senang sekali rasanya aku dan saudara-saudaraku berhasil sampai hari ketujuh. Kami melakukan long march menuju UPI untuk mendapatkan kemenangan yang kami impikan.
0 Comments