Oleh Moses Abong Zifora Imanuel Gundara
Matahari belum menampakan dirinya namun saya sudah di perjalanan menuju titik kumpul di lobby barat FPIPS UPI. Hujan turun deras dari kemarin malam namun dengan semangat saya menerobos hujan dan sampai di titik kumpul tepat waktu. Pukul 07.00 WIB pagi saya berkumpul dengan saudaraku, mengobrol membahas apa yang akan kami hadapi di lapangan sambil menunggu kedatangan saudaraku yang masih belum datang. Sekitar pukul 08.00 WIB, semua saudaraku sudah datang dan kami diarahkan untuk mengikuti upacara pembukaan untuk menuju lapangan. Setelah upacara dilaksanakan kami diarahkan untuk mengambil tas keril kami dan berkumpul ke lobby barat untuk menjahit penanda nama di kaos yang baru saja diberikan.
Setelah kami semua selesai menjahit, kami berbaris dan melakukan mobilisasi dan berangkat menuju lokasi pertama yaitu sekitaran Guha Pawon. Setelah sampai di lokasi kami diarahkan untuk membuat 2 bivak terpisah untuk yang laki-laki dan perempuan, serta diarahkan juga untuk mempersiapkan dapur dan makan siang. Kami langsung membagi tugas ada yang mendirikan bivak dan ada yang mempersiapkan makan siang. Setelah beberapa jam, instruktur datang memanggil bertanya akan kesiapan makan siang karena makan siang sudah siap kami pun diarahkan untuk melakukan makan siang bersama. Ini merupakan pengalaman yang sangat membekas bagi saya karena kami dituntut menghargai makanan.
Setelah perut kami diisi, kami pun langsung membereskan alat makan dan lanjut mendirikan bivak. Namun sebelum bivak kami bisa selesai kami diarahkan untuk mempersiapkan matras dan alat tulis untuk mendengar review materi rock climbing dan SRT. Setelah pematerian selesai kami lanjut mendirikan bivak karena kami harus merevisi bentuk dan lokasi bivak kami. Hari sudah mulai gelap namun bivak kami tak kunjung selesai, ketika kami sedang sibuk mendirikan bivak tiba-tiba kami dikumpulkan dan diminta untuk mempersiapkan jas hujan, lilin, alat tulis, dan head lamp karena kami akan melakukan susur gua.
Kegiatan susur gua memberikan banyak pengalaman baru bagi saya yang belum pernah masuk ke dalam gua. Saya melihat banyak hal baru seperti kelelawar yang begitu banyak berterbangan memutari
rongga – rongga gua, jendela gua yang begitu besar, dan banyak hal lainnya. Lalu kami diminta untuk mematikan headlamp kami sambil merasakan kegelapan di dalam gua. Kami juga menulis bagaimana pengalaman kami di hari pertama ini, setelah itu kami berjalan pulang menuju ke bivak kami. Di tengah perjalanan kami melihat bintang-bintang di angkasa yang begitu indah.
Akhirnya kami sampai di bivak kami, karena bivak kami masih belum selesai kami pun langsung melanjutkan mendirikan bivak kami. Ketika kami sedang mendirikan bivak, tiba-tiba instruktur kembali datang dan memberikan evaluasi tentang kegiatan kami di hari pertama. Setelah evaluasi kami lanjut mendirikan bivak sampai akhirnya bisa kami pakai.
Hari kedua, kami bangun pagi hari untuk melakukan shalat tahajud dan mempersiapkan sarapan. Agenda pada hari kedua ini adalah Rock Climbing dan SRT, setelah sarapan kami di bawa kembali ke dalam Gua Pawon dan di situ kami melakukan Rock Climbing serta SRT yang sudah kami dapat. Materi ini sangat seru dan memberikan banyak kesan bagi saya, kami melakukan materi ini sampai ke sore hari.
Kami diberi waktu sesaat untuk membereskan barang – barang, lalu mengikuti review materi survival. Dengan sigap kami mempersiapkan dan makan malam, dilanjutkan dengan merenungi kegiatan hari ini.
Memasuki hari ketiga, kami bangun sama seperti hari sebelumnya tapi kali ini kami diarahkan untuk membereskan bivak kami dan mempersiapkan sarapan serta makan siang. Kami membagi tugas ada yang memasak dan membereskan bivak, setelah semuanya siap kami semua packing barang – barang kami dan mobilisasi menuju ke lokasi selanjutnya yaitu Panaruban. Di sana kami melakukan long march terlebih dahulu untuk mencapai ke lokasi di mana kami bisa mendirikan bivak. Setelah sampai di lokasi kami langsung mendirikan bivak dan seperti biasa ada yang mempersiapkan untuk makan malam. Pada hari ketiga ini kami bisa menyelesaikan bivak dengan tepat waktu sebelum hujan turun. Karena perjalanan yang panjang, waktu tak terasa sudah gelap kami pun langsung dikumpulkan oleh instruktur untuk makan malam dan evaluasi. Lalu di malam harinya kami berkumpul dengan ngobrol – ngobrol tentang banyak hal sampai akhirnya kami tertidur lelap di bivak kami.
Hari keempat, hari ini merupakan hari yang begitu menegangkan. Kami dibangunkan pada waktu yang biasa, lalu kami diminta untuk membuat sarapan dan mempersiapkan alat tulis serta kompas untuk praktik IMPK. Setelah sarapan kami berjalan ke lokasi praktik, saya sangat tertantang karena merasakan bagaimana mencari objek untuk di bidik dan melakukan reseksi. Setelah IMPK, kami kemudian melakukan praktik SAR kami mencari korban pendaki gunung solo. Kami mencari jejak korban dan ternyata korban mengikat tali di ranting-ranting pohon sebagai jejak dan akhirnya kami bisa menemukan korban. Lalu kami praktik membuat tandu dan melakukan rescue, setelah kegiatan SAR kami diarahkan untuk membawa karrier dan membongkar bivak bersama kami. Setelah itu kami dikumpulksn untuk mengumpulkan barang-barang kami untuk melakukan praktik survival. Malam hari keempat ini kami tidur di bivak yang kami buat sendiri-sendiri dan berada di posisi yang agak jauh dengan saudara-saudara yang lain. Namun sebelum kami beristirahat, kami dikumpulkan dan di bawa ke tenda instruktur karena hari ini spesial dan kami akan merayakan ulang tahun saudara kami. Setelah kami makan banyak, kami beristirahat dengan tenang.
Hari kelima, pada hari ini kami mulai survival dan mencari makan sendiri. Meskipun kami membangun bivak terpisah tapi kami masih bisa berkumpul bersama, kami membagi tugas ada yang mempersiapkan dapur dan ada yang mencari makanan. Saya terbagi menjadi tim yang mempersiapkan dapur namun sayangnya tidak lama setelah saudaraku yang lain kembali dari mencari bahan makanan saya menggigil dan hampir terkena hipotermia, jadi saya tidak mengikuti hari ke lima full karena perlu di rescue.
Hari keenam, hari ini keadaan saya sudah mulai membaik namun keadaan saudaraku yang lain mulai menggigil juga. Pada pagi hari dari hari ketiga sampai hari keenam ini hujan tidak berhenti. Hari selalu turun hujan, di pagi hari kami berusaha menghangatkan diri dengan bergerak dan senam tapi tetap kedinginan. Lalu kami menyibukan diri kami dengan mencari bahan makanan kembali dan membuat perangkap, selama survival waktu terasa berjalan begitu cepat. Tiba-tiba hari sudah mulai gelap dan di malam itu banyak saudaraku yang harus di rescue karena kedinginan.
Hari ketujuh, hari dimana kami mulai packing dan membereskan bivak kami. Hari ini kami melakukan long march dari dalam hutan di Panaruban, kami di bawa perjalanan menuju lokasi selanjutnya yaitu Bukittunggul. Hari terakhir ini banyak sekali perjuangan, kami berjuang dengan rasa lapar, rasa lelah, rasa dingin. Tapi kami tetap tabah sampai akhir dan akhirnya bisa sampai di UPI.
Kegiatan diklatsar ini menjadi memori yang tidak tergantikan bagi saya, saya bisa hidup di alam dengan saudara-saudaraku yang lain, belajar banyak hal, praktik materi kelas, mendorong fisik saya melewati batas, dan banyak hal yang sulit dituangkan dalam kata-kata. Tapi semua itu menjadi kebanggaan karena pads akhirnya kami sanggup melewati semua perjuangan tersebut dan bisa menjadi Anggota Muda JANTERA.
0 Comments