Catatan Perjalanan
Membelah lautan hingga matahari terbenam
Bagi kami masyarakat pesisir sudah pasti sering nongkrong hingga renang di setiap sudut lautan kampung kami, terlebih kini sudah banyak pernak pernik fasilitas pantai yang mendukung hingga menghambat konsep wisata di negri yang katanya Sejuta Pesona ini, misalnya saja tempat duduk dan payung pantai sebagai pendukung dan pondok jajanan sebagai pengganggu hati menikmati lautan. Sebuah kampung halaman ini terletak di salah satu sudut barat Pulau Sumatera yang berbatasan langsung dengan ganasnya si Samudera Hindia. Itulah dia Sibolga, daerah yang temasuk sebagai kota terkecil di dunia.
Bosan dengan cara menikmati lautan yang gitu-gitu (nongkrong-berenang) saja, aku dan beberapa teman serta saudaraku memutuskan untuk ikut bermesin ke tengah lautan. Sejak dulu aku penasaran dengan pulau-pulau lain di sekitar tempat tinggalku. Ada yang sering kami kunjungi namun itu hanya membutuhkan waktu 30menit menyeberang yaitu ke Pulo Poncan. Nah, penasaranku ini adalah pulau lain yang berada jauh dari daratan rumahku yang hanya terlihat bayangannya saja dari daratan sini, dan ketika hujan bayangan pulaunya pun tak tampak.



