Ditulis oleh Amelia “Garabag” Karin J.41
“Nikmatilah setiap perjalanan yang kamu hadapi, karena perjalanan yang rumit akan menghasilkan perjalanan yang menarik”
Di awal aku diajarkan terlebih dahulu bagaimana melakukan Ascending dengan Teknik Texas, disaat pertama kali aku masih sulit beradaptasi namun aku tetap penasaran dan ingin mahir dalam menggunakan teknik tersebut. Setelah dicoba berkali kali, walaupun tidak naik hingga setengah dari pitch yang pertama setidaknya aku mulai sedikit memahami cara kerja ascending menggunakan Teknik Texas. Esok harinya saat para tim peneliti datang, kami para regu pemanjat telah siap dengan peralatan full set, setelah kami selesai membuat video drone, kami berpisah. Urutan memanjat yang ku dapat adalah urutan terakhir, sebab aku masih belum lancar dan perlu bimbingan yang lebih. Saat mencoba naik, aku masih kesulitan namun untungnya aku dibantu oleh fajar dan a imam, akupun akhirnya perlahan mahir untuk naik menuju pitch yang pertama.
Karena kesulitan dalam penyesuaian yang cukup lama tersebut tenaga ku sedikit lebih terkuras, akupun terus mencoba hingga menuju pitch yang kedua. Setelah bersusah payah untuk mencapai pitch kedua, akupun beristirahat dengan meminum air dan mengambil foto. Setelah selesai beristirahat, akupun berniat untuk mencoba naik lagi, namun aku sudah tidak mempunyai tenaga sehingga memutuskan untuk turun. Dengan segala kendalanya, aku pun turun dibantu oleh Fajar, setelah aku berhasil turun ternyata sudah ada a imam yang berniat untuk memanjat juga. Setelah aku melepaskan peralatan, akupun duduk di matras dan mengobrol dengan a Imam.
Disaat mengobrol itulah, aku mendapat banyak nasihat darinya, salah satu yang paling aku ingat adalah “mun keur ngora mah kabeh hakan weh qi, ambil manisna keur arurang, jeung makan pahitna jang pelajaran ka arurang na” yang berarti jika masih muda ambil semuanya, manisnya kita ambil, pahitnya kita makan dan jadikan itu pelajaran. Ketika aku selesai mengobrol a imam melanjutkan niatnya untuk melakukan ascending dan tepat di saat itu juga aku melihat langit yang sudah mulai gelap, sehingga aku bergegas memindahkan barang ke flysheet yang telah dibuat oleh a imam sebelumnya. Tepat ketika aku selesai meletakkan barang-barang hujan pun turun, para pemanjat masih berada diatas sementara aku memakan buah duku di flysheet sambil sesekali membuang air yang menggenang di flysheet.
Selesai hujan turun, a imam segera bersiap untuk turun ia terlihat basah karena hujan. Setelah itu para pemanjat turun, dan kadat sule, a monyong, dan fajar segera melepaskan tali yang terpasang di tebing. Setelah semua tali terbuka, kami bergegas untuk Kembali menuju basecamp sebab langit terlihat akan gelap, sesampainya di basecamp kami disambut oleh tim peneliti. Setelah itu kami makan bersama, berfoto, dan bersiap untuk pulang.
0 Comments